Minggu, 07 Agustus 2011

CINDERAMATA KERIS DI GAYUNGAN SURABAYA

Posted by infowisata01.blogspot.com 14.15, under |

Bingung untuk mencari cinderamata untuk kerabat, keluarga, ataupun untuk koleksi Anda sendiri, tidak ada salahnya berkunjung ke Jalan Gayungan No.2, Surabaya. Di sana Anda akan menemukan bermacam-macam keris yang indah. Ada banyak pilihan keris yang ada, tergantung dari selera kita. Mulai dari keris yang berbentuk Luk atau yang keris yang memiliki lekukan maupun yang berbentuk lurus. Untuk pamor atau motifnya sendiri banyak pilihan juga, mulai dari pamor yang berbentuk nogosostro atau naga, dan singobarong atau singa. Selain itu ada juga keris yang bertuah, ada keris yang berguna untuk kelancaran bisnis, jodoh, karir. Akan tetapi keris seperti itu haruslah cocok dengan pemiliknya. Untuk keris-keris yang bertuah, biasanya dipesan terlebih dahulu karena barangnya tidak selalu ada. “Kalau mau barangnya langsung pesan kesini juga bisa, nanti kita yang cari” tutur Jhon, penyedia keris di Kota Surabaya. Ditempatnya keris-keris yang dijualbelikan biasanya berasal dari Madura, Pasuruan, Tuban, Demak, Palembang, hingga Sulawesi.
“Kebanyakan keris yang ada di sini adalah keris pada era Majapahit. Keris pada era Majapahit ini adalah keris yang budho atau keris yang berukuran besar,” imbuhnya. Bahan dasar untuk membuat keris ini juga berbeda-beda, ada yang terbuat dari batu meteor, baja, dan besi. Berbeda dengan keris-keris hiasan yang biasanya dijual di pasar. Untuk pembuatan keris yang bagus itu memakan waktu hingga bertahun-tahun untuk pembuatannya. “Kalau keris yang dijual di pasaran untuk hiasan dan pengantin sih dalam sehari bisa lima” tukasnya. Biasanya orang-orang membeli keris dengan beberapa patokan, yaitu tangguh (buatan mana dan pada jaman apa), sepuh (bertuah), dan utuh (sempurna). Untuk perawatannya pun ada cara tersendirinya. Keris harus dibersihkan dalam 1 suro atau dalam kalnderisasi Jawa, dan dicuci menggunakan air kelapa muda. Untuk harga, bandrol yang ditawarkan berbeda-beda. Harga sebuah keris dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari pamornya atau motifnya, sepuhnya atau khasiat dan kemampuannya, dan umurnya atau era pembuatan keris tersebut. Tidak ada patokan harga pasti untuk keris yang dijual disini, harga yang diberikan tergantung dari nilai yang diberikan sendiri oleh pembeli, kemudian jika pihak penjual setuju makan akan dijual. Keris yang paling murah yang terjual disini seharga Rp 15 juta dan yang paling mahal yang pernah djual adalah Rp 30 juta. “Kalau mau yang lebih mahal ada kok, ada yang harganya sampai milyaran rupiah” ungkap jhon kembali. Para pembeli keris ini bukan hanya dari dalam negeri tapi ada juga yang berasal dar luar negeri. Yang dari dalam negeri biasanya berasal dari Jakarta dan Surabaya. Sedangkan untuk para pembeli yang berasal dari luar negeri, biasanya mereka berasal dari Malaysia dan Brunei.

AGRO WISATA BUNGA DI LUMAJANG

Posted by infowisata01.blogspot.com 14.11, under |

Lahan subur yang dimiliki Lumajang, memberi kontribusi signifikan pada pengembangan industri wisata daerah. Selain aset wisata kebun teh Kertowono, hutan bambu, dan lain-lain, Kabupaten Lumajang juga menyimpan aset istimewa, Agro Wisata Bunga. Agro wisata Bunga terletak di Desa Wotgalih, Krai, dan Karanganyar Kecamatan Yosowilangun, 25 kilometer dari Kota Lumajang. Di tempat ini, wisatawan bisa berburu oleh-oleh bunga hasil budidaya warga. Maklum, di tiga desa ini, warganya sebagian besar aktif mengembangkan usaha budidaya bunga. Karena inisiatif pengembangan ini pula, nuansa yang muncul di tempat ini juga terasa sangat memanjakan mata. Karena lingkungannya terasa asri dan menyegarkan. Kini, budidaya bunga warga sudah berkembang dengan baik. Bibit bunga yang mereka kembangkan misalnya, sudah bisa dinikmati hingga di kota-kota besar lainya di Indonesia. Seperti Jakarta , Bogor, Bandung, Jogja, Malang, dan masih banyak lagi.

ANEKA BATU AKIK DI KREMBANGAN SURABAYA

Posted by infowisata01.blogspot.com 13.55, under |

Terkadang sebagian orang tertarik berburu keindahan artistiknya, bahkan adapula yang sengaja mengincar nilai magis di dalamnya. Batu akik, begitulah pernik bebatuan ini dikenal. Pesolek warna-warni, bentuk, dan goresan gambar yang timbul dari batu itu menggoda mata memandang. Banyak orang yang memburunya dengan tujuan yang berbeda. Ada yang digunakan sebagai buah tangan, koleksi, atau juga sebagai kekuatan spiritual pribadi. Seperti yang nampak dalam setiap hari di perkampungan Krembangan Jalan Indrapura, Surabaya. Banyak orang baik dari dalam kota maupun luar kota, seperti Madura, Gresik, dan Sidoarjo mencari batu akik ini. Dari puluhan lapak yang ada di sana, batu-batu akik itu dijual masih berupa batu, atau sudah diolah menjadi bentuk cincin, kalung, maupun gelang. “Paling banyak peminatnya adalah batu akik yang sudah dipoles menjadi sebuah cincin,” ujar Syaifudin Zuhri, 47 tahun, salah seorang penjual akik di Jalan Indrapura itu. Para pedagang di tempat itu, mendapatkan batu akik berasal dari tengkulak yang datang langsung dari Pacitan. Menurut keterangan mereka terkadang adapula tengkulak yang datang langsung dari Cirebon, bahkan luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Melihat begitu besar kegunannya, tak salah bila harga sebuah batu akik bisa mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan rupiah. Variatif harga itu tergantung menurut bentuk maupun gambar yang muncul dari bebatuan itu. Bentuk batu akik ini ada yang bernama pancawarna, batu akik badar angin, kecubung puyuh, batu rengkas, dan masih banyak model lainnya dengan manfaat yang terkandung berbeda-beda. Untuk pancawarna biasanya dipercaya melindungi diri dari malapetaka, batu akik badar angin dan batu rengkas dipercaya memiliki khasiat khusus mendatangkan rejeki, dan kecubung puyuh dipercaya dapat membawa kharisma atau wibawa. Dari berbagai model itu mudah dikenali dari gambar yang nampak dari bebatuan ini. Seperti gambar singa, monyet, bunga mawar, keris, dan sebagainya. “Semakin menarik nilai yang terkandung dari batu akik dan gambar yang muncul, maka semakin tinggi pula harganya,” ucap Ahmad Ni’am pedagang batu akik lainnya.