Minggu, 13 Juni 2010

ISTANA TAMPAK SIRING

Posted by infowisata01.blogspot.com 21.32, under |

Berkunjung ke Bali Anda tidak melulu harus berwisata ke pantai. Ada baiknya Anda juga mengunjungi Istana Tampak Siring, Kabupaten Giayar, Bali. Istana bersejarah itu dibangun pada dua masa, yakni pada 1957 dan 1963. Pada 1957 di kompleks ini dibangun Wisma Merdeka dan Wisma Yudistira. Sedangkan 1963, pembangunan tahap kedua merampungkan dua gedung utama lainnya, yakni Wisma Negara dan Wisma Bima serta Gedung Serbaguna yang biasa digunakan untuk konferensi. Istana yang dibangun oleh seorang arsitek bernama RM Soedarso ini berasal dari dua suku kata dalam bahasa Bali, yakni tampak dan siring. Tampak berarti telapak dan siring yang berarti miring. Nama tersebut dikaitkan dengan legenda masyarakat setempat tentang kisah Raja Mayadenawa yang dikenal pandai dan sakti. Namun karena kelancangannya mengangkat diri sebagai dewa yang harus disembah oleh rakyatnya, Betara Indra mengutus bala tentaranya untuk menyerang Raja Mayadenawa. Serangan ini membuat Mayadenawa melarikan diri ke hutan. Untuk menyamarkan jejaknya Mayadenawa sengaja berjalan miring dengan cara memiringkan telapak kakinya. Sayangnya usaha Mayadenawa untuk mengelabuhi bala tentara kiriman Betara Indra gagal, jejaknya diketahui. Dengan sisa-sisa kesaktiannya, Mayadenawa mencoba melawan bala tentara tersebut dengan menciptakan mata air beracun. Betara Indra kemudian menciptakan sumber mata air penawar yang disebut sebagai Tirta Empul (air suci). Wilayah pelarian Raja Mayadenawa tersebut kini dikenal dengan Tapak Siring. Istana yang dibangun di areal perbukitan dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut itu terdapat jembatan yang dikenal dengan jembatan persahabatan. Para tamu kehormatan yang pernah melewati jembatan itu antara lain, Kaisar Hirihoto dari Jepang, Presiden Tito dari Yugoslavia, Ho Chi Minh dari Vietnam, serta Ratu Juliana dari Belanda.
Kunjungi www.wisatamelayu.com